/Ruh 1/
Dengarkanlah rintihan lumpuh hati tangguhku
Tatkala mentari dan pagi berkolaborasi padu
Memamah sunyi yang mengemas jiwa ksatriaku
Aku tertinggal selalu dalam kerajaan sepi berdayang-dayang sembilu selepas itu
Karena aroma tubuh sejatimu seketika lenyap dari tiap helaan napas perjakaku
Menyisakan sunggingan angan yang tertawankan rantai ambigu
Namun aku dan sajakku
Tetap mengagungkan keberadaanmu di atas lembar-lembar setia pada nazar waktu
/Ruh 2/
Rasakanlah rambatan getar panah merahku
Yang tertancap tepat di titik tengah lingkaran kalbu
Tumpuanku
Kamu dan aku tersepuh menjadi kita dalam wujud kekal kebenaran satu
Niscaya Tuhan jua mampu menyelamiku
Dari tingginya derajat hasrat dan tulusnya laku cumbu
/Ruh 3/
Ungkapkanlah jawaban memastimu duhai Bidadari Seperempat Malamku
Pada semesta resah nian merindu
Sesungguhnya kuingin kamu menjadi akhir dari perjalanan cintaku*
Puisi Karya: Avet Batang Parana



0 komentar:
Posting Komentar
Kritik dan saran Anda, silahkan sampaikan di kolom komentar